tanjung mas, semarang

good day!

catatan perjalananku yg pertama diawali dari Ibukota propinsi Jawa Tengah, Semarang. pagi-pagi (alm) Om Mochtar mengajakku dan kakakku, Mas Wawan ke pelabuhan.

(alm) omĀ  : “mo liat orang panen di tambak, nggak?”

rere kecil : “mau..mau..terus liat apa aja?”

(alm) om : “kalau ada kapal berlabuh, kita bisa naik diatasnya sebentar.”

[kutipan percakapan sederhana antara rere kecil (8 th) dengan (alm) om-nya, 1989.]

waktu itu aku memang belum pernah sekalipun ke pelabuhan-nya Jawa Tengah itu, paling cuma denger cerita saja. Tanjung Mas sekitar tahun 1989 masih lumayan sepi, dengan tingkat pendangkalan lautnya pun masih tergolong lumayan daripada sekarang.

selanjutnya yg aku masih ingat, aku berboncengan dengan om dan kakakku mengelilingi pelabuhan melewati tambak-tambak lalu berhenti di salah satu tambak dan melihat para petani tambak memanen bandengnya (sorry, bagian ini sudah banyak yg lupa!)

yang jelas aku cukup senang. beberapa waktu yg lalu aku masih menemukan klise (negatif film)-nya, karena foto cetakannya sudah hilang tak berbekas gara-gara aku kasih ke temen-temen pas acara perpisahan SD. hehe..

Leave a Comment