haiyaa..!

well…wel…

sejak blog pribadi saya yg nunut domain & hostingan gratisan bermasalah, terpaksa oh terpaksa sy harus migrasi balik lagi ke blog ini..kangen ngeblog euyy…untunglah, blog ini tidak terlalu urgent & spesifik isinya, jadilah bs saya rombak lagi buat blog pribadi sy menggantikan yg nunut ituh…

hix hix…sy jd kehilangan beberapa cerita2 lama sy yg lucu2 dan norak2….pindahan oh pindahan…

pangandaran beach

good day!

perjalanan keduaku yang cukup membuatku terkesan terjadi waktu aku kelas 4 SD, sekitar tahun 1990. waktu itu Mimim dan temen-temen seruangannya mendapat ‘kado’ dari sebuah universitas besar di solo sana utk berwisata ke jawa barat. seingatku ada dua pilihan, bandung atau pangandaran. dan ternyata banyak yg milih pangandaran.

Mimim mengajakku dan Mas Wawanku, bertiga saja (padahal byk juga temen-temen Mimim yg membawa seluruh anggota keluarganya..hehe..). berangkat bersama dari kantor jam 9 malam, ugh…aku sudah mengantuk sekali waktu itu..tapi aku senang…aku bakal piknik jauh (nggak kayak temen-temen di kampungku yg pikniknya baru seputaran prambanan-borobudur-parangtritis yg justru belum pernah sekalipun kukunjungi)

well..

pangandaran memang bagus bangettt..! seneng ombaknya besar, dan bagusnya lagi, kita bisa menyewa kapal untuk membawa kita ke pulau kecil di tengah pantai (aih..aku lupa apa namanya).

aku memborong ‘oleh-oleh’ semua bebatuan laut dan kerang kubawa pulang, buat hiasan akuarium si viktor (ikan emas peliharaanku waktu itu). rencananya sore dari pangandaran kami akan mampir ke ciamis, belanja (beginilah kalo ibu-ibu berwisata, bukannya menikmati keindahan alam tapi belanja-lah yg diutamakan).

anyway, rencana ke ciamis batal!! wahh..wah…ternyata sopir bis kami sedang mengantuk berat (maklum, belum pernah menyetir jarak jauh) sehingga bis menabrak dahan pohon di pinggir jalan ke arah ciamis. parahnya lagi, mas Wawan duduk di kursi paling depan – seberang sopir – yg otomatis banget terkena pecahan kaca depan paling banyak (bis menabrak dahan di sebelah kiri jalan).

dahi mas Wawan benjol-benjol, luka lumayan parah juga, aku lupa sempat dibawa ke RS nggak, karena aku masih sangat cuek waktu itu, aku lebih memilih bobo saja…ngantuk…bobok

tanjung mas, semarang

good day!

catatan perjalananku yg pertama diawali dari Ibukota propinsi Jawa Tengah, Semarang. pagi-pagi (alm) Om Mochtar mengajakku dan kakakku, Mas Wawan ke pelabuhan.

(alm) omĀ  : “mo liat orang panen di tambak, nggak?”

rere kecil : “mau..mau..terus liat apa aja?”

(alm) om : “kalau ada kapal berlabuh, kita bisa naik diatasnya sebentar.”

[kutipan percakapan sederhana antara rere kecil (8 th) dengan (alm) om-nya, 1989.]

waktu itu aku memang belum pernah sekalipun ke pelabuhan-nya Jawa Tengah itu, paling cuma denger cerita saja. Tanjung Mas sekitar tahun 1989 masih lumayan sepi, dengan tingkat pendangkalan lautnya pun masih tergolong lumayan daripada sekarang.

selanjutnya yg aku masih ingat, aku berboncengan dengan om dan kakakku mengelilingi pelabuhan melewati tambak-tambak lalu berhenti di salah satu tambak dan melihat para petani tambak memanen bandengnya (sorry, bagian ini sudah banyak yg lupa!)

yang jelas aku cukup senang. beberapa waktu yg lalu aku masih menemukan klise (negatif film)-nya, karena foto cetakannya sudah hilang tak berbekas gara-gara aku kasih ke temen-temen pas acara perpisahan SD. hehe..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.